Posts Tagged ‘kwh meter prabayar listrik prepaid pln digital analog’


kWh Meter Digital 1 Fasa

Spesifikasi Teknis
Standar Internasional : IEC 62052-11IEC 62053-21/SPLN 57-4
Akurasi : Kelas 1.0
Pengkawatan : Satu Fasa 2 kawat
Tegangan Nominal : 230 V AC
Arus Dasar (lb) : 5A (default) atau 10A atau 20A *
Arus maksimum : 20A(default) atau 40A atau 100A*
Starting Current : 0, 4 % of Ib
Maximum Continuous Current : 400% of Ib
Display : 6 + 2 digit LCD
Power faktor : 0.5 lag-unity-0.8 lead
Frekuensi : 50 Hz ± 5%
Frekuensi Nominal : 50 Hz
Indikasi metrologi : Led warna merah
Suhu Penyimpanan : 0°C to +85°C
Temperatur : 0°C to +70°C
Satuan skala terkecil LCD : 10 Watt
Alarm Status : Led warna kuning F1
Reverse Energy Status : Led warna kuning F2

Display Menu
1. Aktif Energy (kWh)
2. V rms ** (V) 2 angka dibelakang koma
3. I rms ** (A) 2 angka dibelakang koma
4. Status Tusbung

Anti Tempering (Anti Pencurian Listrik/ Pemutusan Otomatis)
1. Pemutusan Line Netral baik sebelum dan sesudah kWh meter
2. Pembalikan Fasa
3. Pembatas daya sebagai secondary MCB apabila MCB rusak atau sengaja dihubungkan untuk menambah daya secara illegal.
4. Injeksi Arus
5. Penggunaan magnet permanen untuk mensaturasi arus pada trafo arus.

Standar Komunikasi
Tipe : Radio Frekuensi (RF) 434 MHz
Baud rate : 9600
Radio : Transceiver 2 Modul (Tx-Rx)
Jarak Transmisi : 100 Meter
Informasi hubungi kami di 08128195542 atau 021-68034655


KWH Meter Prabayar

kWh Meter Prabayar dengan SmartCard

Spesifikasi Teknis
Standar Internasional : IEC 62052-11IEC 62053-21/SPLN 57-4*
Akurasi : Kelas 1.0
Pengkawatan : Satu Fasa 2 kawat
Tegangan Nominal : 230 V AC
Arus Dasar (lb) : 5A (default) atau 10A atau 20A *
Arus maksimum : 20A(default) atau 40A atau 100A*
Starting Current : 0, 4 % of Ib
Maximum Continuous Current : 400% of Ib
Display : 6 + 2 digit LCD
Power faktor : 0.5 lag-unity-0.8 lead
Frekuensi : 50 Hz ± 5%
Frekuensi Nominal : 50 Hz
Indikasi metrologi : Led warna merah
Suhu Penyimpanan : 0°C to +85°C
Temperatur : 0°C to +70°C
Satuan skala terkecil LCD : 10 Watt
Alarm Status : Led warna kuning F1
Reverse Energy Status : Led warna kuning F2

Display Menu
1. Sisa kWh
2. Sisa Nominal Rupiah
3. Status Tusbung
4. Status Alarm sebelum sisa nominal kWh habis
5. Status Isi Ulang kWh

Anti Tempering (Anti Pencurian Listrik/ Pemutusan Otomatis)
1. Pemutusan Line Netral baik sebelum dan sesudah kWh meter
2. Pembalikan Fasa
3. Pembatas daya sebagai secondary MCB apabila MCB rusak atau sengaja dihubungkan untuk menambah daya secara illegal.
4. Injeksi Arus
5. Penggunaan magnet permanen untuk mensaturasi arus pada trafo arus.

Standar Komunikasi
Tipe : Smart Card
Standar : IEC 7816
Kontrol
Pemutusan dilakukan setelah Sisa KWH = 0 atau Nol Rupiah

Harga 1,5juta sudah termasuk biaya pasang. Hubungi dr.osmond di 08128195542 atau 021-68034655


Chip card adalah suatu jenis kartu alat pembayaran yang semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi mikroelektronika serta semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap alat pembayaran yang praktis. Kehadiran chip card tidak dapat dihindari dimana penggunaannya semakin luas baik volume maupun lingkup aplikasinya. Salah satu kemungkinan aplikasi chip card adalah sebagai alat bayar konsumsi energi listrik. Kebutuhan produk KWH meter baru mencapai 2 juta unit per tahun untuk konsumsi pasar Indonesia.
Untuk dapat menggunakan chip card sebagai alat bayar pemakaian energi listrik perlu dikembangkan KWh meter elektronik berbasis chip card dengan lisensi produk dalam negeri. Tiga kegiatan yang berbeda yang telah dilakukan secara paralel oleh tim peneliti Riset Unggulan Strategis Nasional Teknologi Informasi dan Mikroelektronika (Rusnas TIMe) Pusat Mikroelktronika ITB yaitu 1. Pengembangan alat ukur KWh elektronik, 2.Pengembangan sistem chip card, dan 3. Pengembangan perangkat lunak transaksi elektronik berbasis chip card. Pentajaman penelitian diutamakan pada pengembangan KWh meter adalah aspek pengukuran dan metrologi yang akurat mengacu pada standard dan kalibrasi formal yang berlaku sesuai sertfikasi dan stadard LMK PLN & IEC. Diantara kesulitan yang diantisipasi pada pengembangan KWH meter elektronik adalah pada bagian sensor daya dan sistem pengkondisi sinyal, terutama dalam hal pemilihan bahan transducer sebagai ujung tombak alat ukur. Transaksi elektronik lebih menyangkut pengembangan software yang melibatkan multi disiplin yaitu menyangkut aspek hukum, dagang, keamanan transaksi, serta keandalan sistem.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh Pengelola Gedung dari penggunaan KWh meter pra-bayar di antaranya adalah:
1. Mendapatkan uang kas lebih awal sebelum listrik diproduksi dan digunakan, sehingga dapat menambah likuiditas perusahaan ini.
2. Pengendalian transaksi lebih mudah sehingga mengurangi kemungkinan tagihan yang tidak terbayar dan pencurian listrik. Pemasaran listrik prabayar ini dapat juga diserahkan pada pihak ketiga.
3. Pengurangan overhead atau biaya yang diperlukan untuk pengecekan konsumsi listrik ke rumah-rumah atau konsumen lainnya.
Sedangkan bagi konsumen, sistem ini juga dapat menguntungkan karena:
1. Pengendalian penggunaan listrik dapat lebih baik, karena pembayaran yang dilakukan diawal dapat digunakan untuk membatasi konsumsi.
2. Perbaikan sistem pengukuran karena perangkat elektronik yang digunakan adalah elektronis dengan ketelitian dan keamanan yang lebih tinggi.
3. Mengurangi kesalahan penagihan yang disbabkan human error.

CARA KERJA KWh PRABAYAR SMART CARD
Spesifikasi produk yang dikembangkan telah didiskusikan dan dikembangkan bersama pihak pengguna PLN dan Penelola Gedung (flat,apartmen) dimana produk harus sedemikian hingga sesuai dengan kondisi lingkungan alam Indonesia yang basah ekstrim, panas ekstrim, intensitas dan populasi petir yang tinggi dan yang paling khas adalah dapat mendeteksi sambungan daya ilegal.
Chip card dapat digunakan sebagai alat pembayaran rekening listrik dengan mengembangkan KWh meter Elektronik Digital yang dilengkapi dengan perangkat pembaca kartu serta perangkat transaksi lunak berbasis smart card. KWh meter akan beroperasi berdasarkan nilai kredit yang dimasukkan (download) dari chip card kedalam register KWh, dan selanjutnya nilai kredit tersebut dijadikan acuan untuk mengontrol bekerjanya KWh meter. Nilai kredit didalam register akan dikurangi secara bertahap sebanding dengan nilai energi listrik yang telah dikonsumsi (digunakan).
Jika isi register telah habis maka KWh meter harus segera diisi kembali (misal; register sisa pulsa 10%) maka ada alarm (LED ON), dan jika setelah jangka waktu yang telah ditetapkan belum juga diisi nilai kreditnya maka KWh meter akan memutus saklar pemutus atau Internal Contactor sehingga supply daya terputus.
Pengisian pulsa listrik kedalam smart card menggunakan Portable Terminal yang koneksi dengan Perangkat Lunak Sinkronisasi Dan Billing Sistem yang telah diinstal di Komputer (Master Station).

Pemesanan hubungi dr.osmond di 08128195542 atau 021-68034655